Just Kidding

sssttt,,,, ada tamu yang datang tuch,,,, kasih salam dulu eaaa,,,,

Assalamu'alaikum,,,,,,

Watashi no kazoku

Watashi no kazoku
Lagi Menghadiri acara wisuda kakak di Univ. Indonusa Esa Unggul @ 14 October 2010

MERAIH KEKUATAN dari Yang Maha Kuat

* Tangga Mencapai Kepribadian Kuat Secara Islami *


Kita diciptakan Allah sebagai makhluk yang kuat menjalani fungsi dan tuntutan hidup. Mampu bertahan untuk terus melangkah, mencari celah dan terobosan hingga sampai ke tujuan, meski diterpa banyak ujian dan rintangan. Mampu mengatasi ragam kesulitan untuk mencapai sasaran yang dituju. Memang itulah sunnah atau garis hidup yang ditentukan Allah swt.


Jika kita mau, Islam sangat mampu membentuk diri kita menjadi orang - orang yang kuat dna ditak menjadi orang - orang yang lemah.
Tengoklah bagaimana Allah swt menolak alasan orang - orang yang tidak berhijrah dengan alasan bahwa mereka adalah mushtadh'afiin ( orang - orang yang lemah sehingga tertindas ).


"Sesungguhnya orang - orang yang diwafatkan Malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri ( Kepada mereka ) Malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab : "Adalah kami orang - orang tertindas ( mushtadh'afiin ) di negeri ( Mekah )". Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?" Orang - orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannam itu adalah seburuk - buruk tempat kembali." ( QS. An - Nisa : 97 )


Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri mereka sendiri di dalam ayat di atas adalah, kaum Muslimin Makkah saat itu, yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka mempunyai kemampuan untuk hijrah.
Mereka tidak menggunakan kekuatan mereka untuk memilih jalan kebenaran yang telah terhampar di hadapan. Karena itulah, kekuatan mereka terampas dari diri mereka. Mereka menjadi lemah dan tertindas.


Bumi ini memang bukan tempat orang - orang lemah. Dunia ini bukan tempat orang - orang tidak menggunakan potensi kekuatannya sehingga mereka tidak mempunyai daya mengarungi hidup. Orang lemah tidak akan bisa mencapai tujuan, karena ia terlalu sibuk dengan hal - hal yang berkisar di dalam dirinya sendiri yang menjadikannya tidak berani menentukan sikap dan mengambil keputusan. Orang lemah selalu sangat dihantui rasa ragu lalu menjadi tidak percaya diri, tidak yakin dengan kemampuan diri, takut oleh gambaran tentang kegagalan atau dihantui bayangan kepahitan jika salah mengambil keputusan. Hingga akhirnya seseorang tak melakukan apapun, tidak memiliki pengalaman dan tidak berhasil membukukan prestasi apa - apa.


Seseorang bisa kehilangan "keinginan" saat ia tak memiliki pijakan dan tujuan hidup. Orang yang tidak memiliki tujuan hidup tak pernah berpikir tentang bagaimana memperjuangkan hidupnya, apalagi untuk menang dalam hidup. Itu sebabnya kenapa orang lemah tidak mungkin meraih kemenangan, karena orang yang lemah itu sendiripun tak pernah mengerti akan kemana arah yang ia tuju, apa target hidup yang harus ia capai, apa yang terbaik untuknya. Karenanya, tidak ada pilihan lain jika kita ingin menang, kita harus menjadi orang - orang kuat. Dan kita tak mungkin menjadi orang kuat sampai kita mampu menapaki satu demi satu anak - anak tangga kekuatan itu hingga kita memperoleh kekuatan dan berhasil melewati aral yang merintangi jalannya. 


Kita tidak mungkin menjadi orang kuat jika kita terus tenggelam dalam satu ruang gelap, yakni "kelemahan diri"